March 10, 2009

Anti Mati Gaya! Internet GPRS gratis dari Three

Internet gratis dari Three

Internet gratis dari Three

Amboi, nikmat kali hidup ini bersama Three. Setelah hemat pulsa besar-besaran berkat SMS gratisnya dan promo isi 3x lipat (maklum banyak proyek, he, he). Sekarang, Three dengan baik hati memberikan promo gratis internet GPRS 1MB per /hari yang dikemas dengan iklan yang (selalu) kocak di TV. Padahal kalau mengingat dulu-dulu tuh, untuk ngabisin pulsa yang banyak itu, saya gunakan internet GPRS Threenya yang Rp. 10/KB untuk buka blog dan Facebook. Ha, ha, sekarang bingung mau dipakai apa itu pulsa sebanyak itu. Internet GPRSnya aja dah murah.

Buat yang pengen pake promo internet GPRS gratis dari Three ini, gak perlu teken REG dll atau setting GPRSmu lagi. Cukup isi ulang Three kamu dengan nominal voucher yang tersedia dan voila, kamu sudah bisa memakai internet GPRS Gratis dari Three mu. Untuk pulsa dengan nominal 10 ribu dan 20 ribu, kuota internet gratis yang disediakan adalah 500KB perhari. Nominal 30 ribu ke atas memiliki kuota internet gratis 1MB hari. Sampai muntah, dah itu chatting ama temen. :P Rekor saya aja paling 700KB perhari kalau make Internet GPRS Mentari. Memang sih speednya cuman GPRS, tapi 3G mana pun tidak sampai ke komplek rumah saya :D Selain itu, dengan menggunakan Opera Mini 4.1 yang opsi menampilkan gambarnya dimatikan, speed GPRS dari internet gratis Three ini sudah cukup untuk membuka Facebook :lol:

Untuk mengetahui sisa kuota internet GPRS gratis yang ada, kirim REG<spasi>cekdata ke 123 (Gratis). Kalau pemakaian lebih dari kuota internet GPRS gratis, biaya yang dikenakan pun didiskon jadi Rp 3/KB :P Masih mahal sih memang daripada provider lain -_-

Sayangnya katanya promo ini cuman berlaku sampai 1 Juli 2009 :(

Berita terkait : Halaman Promo Three

March 6, 2009

Nepenthes Telah Datang

Setelah memesan ke Suska Nursery melalui online, akhirnya nephentes yang ditunggu datang juga. Saya memesan satu buah Nepenthes Gracilis dan Nepenthes Mirabilis versi 5000an. Kalau beli yang 50000an, takutnya kalo mati entar nyesel dan trauma. :D Spesies yang dipilih pun sengaja Gracilis dan Mirabilis karena kedua spesies itu lumayan tahan banting terhadap kondisi lingkungannya. Maklum ini Nephentes pertama yang mau ditanam. Keduanya serupa, susah dibedakan kecuali di bagian daunnya.

Nephentes Gracilis dan Mirabilis

Nephentes Gracilis dan Mirabilis

Menurut buku Info Kit Trubus (yang saya beli setelah jalan 3km -_-), biasanya Nepenthes itu perlu adaptasi ke lingkungan baru setelah dibungkus dalam kardus selama satu hari. Usahain kelembaban lingkungan di sekitar lingkungan Nepenthes cukup tinggi. Caranya jangan terlalu banyak terkena sinar matahari dolo, rendam pot bagian bawah di air, dan sering di siram. Jangan siram sama air yang mineralnya tinggi seperti air sumur yang kecoklatan. Minimal air minum atau keran. Kalau ada air hujan atau aquadest lebih baik lagi. Oplos sama asam sulfat kalo perlu supaya pH airnya 4,5-5-5, sesuai dengan kondisi asli Nepenthes hidup. Tandanya Nepenthes udah sehat lagi ketika dia sudah mulai menumbuhkan daun baru yang berkantung. Nah, kalau Nepenthes dah sehat, silahkan jemur aja berhubung Nepenthes Gracilis dan Nepenthens Mirabilis ini senang di daerah yang banyak sinar mataharinya.

Ha, ha, kalo ini udah sukses beli Nepenthes Ampullaria ama Venus Fly Trap  ah :P

February 23, 2009

Jalan Pemenang

Tapi jam 8.00-12.00 untuk pertama kalinya saya jadi pembicara sebuah seminar. Tak tanggung-tanggung, seminarnya tentang parenting-class “Mendidik Anak Dalam Era Teknologi” dan diisi mayoritas oleh ibu-ibu -_-. Tapi saya di sana bersama Aisar diundang sebagai contoh anak yang berprestasi kok (bukan sebagai orang tua) :P . Kebetulan dulu pas ikutan Sekolah Pra Nikah, harus mencantumkan prestasi. Ternyata perunggu saya di Olimpiade Komputer saat OSN II dulu menarik perhatian mereka. Ada perasaan bangga tersendiri saat prestasi-prestasi yang saya tulis di CV disebutkan dan mendapat apresiasi yang sangat hangat dari para peserta. Tepuk tangannya keras sekali dan banyak ibu-ibu yang minta no HP setelah acara selesai ^ ^. Pak Hermawan pun sempat bilang bahkan ia bangga dengan kami berdua. Subhanallah, sampai bergetar hati ini mendengar pengakuan itu ^ ^. Tapi bukan itu yang mau diomongkan di sini. :P

Kebetulan dalam seminar ini, Pak Herwaman K Dipojono, Dosen FT ITB yang pernah menjadi Ketua YPM Salman ITB. Setiap mendengar pembicaraan beliau itu selalu menumbuhkan semangat untuk menjadi the winner. Beliau menuturkan tentang motivasi bahwa kenapa seseorang harus menjadi the winner dan contoh kasus dua mantan mahasiswanya yang berhasil menjadi the winner dengan cara dan proses yang berbeda. Yang satu berasal dari keterbatasan yang sangat di saat kecil dan yang satu berasal dari kegagalan saat menjadi mahasiswa.

Mahasiswa pertama, cum laude

Lulus cum laude, dan direkomendasikan oleh pak Hermawan untuk melanjutkan pendidikan hingga doktor. Suatu saat, pak Hermawan pernah diundang olehnya untuk datang ke rumahnya. Dari Bandung memerlukan waktu 14 jam melewati banyak sekali bukit. Rumahnya ada di puncak gunung sana. Janganlah harap ada sekolah macam Aloysius di sana, kandang ayam dan sekolah pun sulit dibedakan karena sama-sama sudah tak terawat. Mahasiswa ini tiap hari bersekolah di tempat semacam itu sebelum sampai ke ITB. Ia menempuh jalan 5 kilometer tiap hari dengan jalan kaki. Bahkan ketika musim hujan, ia harus menaungi kepalanya dengan pelepah pisang.

Kerasnya alam itu menempanya untuk memiliki self-dicipline sehingga bisa membuatnya “kembali ke jalan benar” jika ia kehilangan fokus dalam menggapai mimpinya. Membuatnya terlatih untuk bermental baja dan pantang menyerah, bukan mental peuyeum seperti kebanyakan orang Indonesia. Itupun membuatnya menjadi orang yang santun karena tentunya ia tahu betapa susahnya ia berjuang ketika sendirian seperti itu. Ibunya selalu menceritakan kepadanya cerita para Nabi, orang-orang hebat. Karena itulah, mahasiswa ini selalu termotivasi bermimpi menjadi orang besar. Dua kombinasi yang pas : mental baja dan berani bermimpi :D

Mahasiswa kedua, hampir DO

Mahasiswa ini invers dari mahasiswa pertama. Ia hampir DO dan diluluskan dari ITB karena kasihan saja. Karena IPnya yang rendah, ia hanya bisa bekerja sebagai mandor buruh di perusahaan kecil. Setelah tiga tahun, perusahaan itu bangkrut karena krisis moneter. Ternyata kejadian itu membuatnya taubatan nasuha. Ia dengan nekad melamar kursus bahasa Jepang di negara aslinya sana. Tanpa beasiswa karena IPnya yang rendah. Di suratnya, ia berbohong dengan mencantumkan bahwa ia orang kaya sehingga tidak memerlukan beasiswa.

Sesampainya di sana, ia baru mengatakan kalau ia tidak punya uang sekali dan meminta pekerjaan. Beruntung ia tidak dipulangkan. Selama dua tahun, dia bekerja sebagai cleaning service malam hari dan kursus di siang hari. Setelah selesai kursus, ia mencoba melamar kuliah dengan beasiswa di sebuah universitas di Jepang. Melihat mukanya yang telah ditempa dengan kerja keras, profesor di universitas itu langsung tertarik. Jadilah ia mahasiswa di universitas tersebut. Sehari-hari, ia menginap di masjid di universitas tersebut dan mandi di kamar mandi umum. Beberapa tahun kemudian, dia menjadi profesor di universitas itu. Profesor pertama dari Indonesia.

Ah, mendengar cerita pak Hermawan itu selalu membuat saya bersemangat. Jalan para pemenang itu pasti mendaki dan terjal. Tidak pernah mudah. Orang yang bisa melaluinya hanya orang yang punya mimpi besar dan self-disicpline. Tak heran kalau Andrea Hirata menuliskan dalam novel keempatnya bahwa pahlawan di negeri ini adalah orang yang berani bermimpi

February 10, 2009

MCM 4th Day

Hari yang menentukan. Ho, ho, saatnya menulis paper.Entah kenapa situs MCMnya down molo. Sepertinya gak kuat untuk menanggung load akses dari ratusan hingga ribuan peserta -_-.

Hari ini, makan siangnya kita mesan dari Baso Malang Karapitan. Saya milih menu chicken tepan noodle. Keknya gak bakalan milih tepan lagi deh. Gak cocok di lidah, enakan katsu. Lalu malam-malam yang direncakan tidak akan tidur, pak Edy Soe datang membawa Pop Mie dan C-1000 :D

Hari ini total begadang ampe jam 8 pagi demi ngerjain paper yang jadinya cuman 9 lembar bahasa Inggris.  -_-. Bener-bener gak tidur : kerja cepat. Jangan males-malesan. Kalau kerja tuh jangan asal jadi, minta feedback, improvisasi, ama recheck. Kadang-kadang kesel gara-gara ini. <_<.

Kelompok terkocak itu tetangga sebelah di Ruang MAC. Satu orang tewas sakit, satu orang dikejar deadline seminar. Terus nyadar setelah submit paper kalau tanggal yang saya cantumin di abstrak itu 9 JANUARI 2009. :( (

Ini hasil dari 4 hari meperbudak mekbuk. 80 derajat seharian berkat VMWare. -__-

February 8, 2009

MCM 3rd day

Hari ketiga. Baru saja menginap di rumah Zulkarnaen, salah satu teman team. Akhirnya merasakan kasur juga setelah beberapa hari :P Model yang dikerjakan masih mengalami stuck -_- Belum ada perkembangan, euy. Tapi tetep optimis hari ini selesai modelnya :P Beberapa tim lain malah lebih parah. Ada yang main Crayon PhysX, tidur siang berkali2 dll. – __-

Lama-lama agak aneh, ya, makan daging 3 kali sehari setelah berbulan-bulan mengikrarkan diri untuk puasa makan daging -__-. Makan malam (terpaksa) mesen McDonald. Well ternyata naeknya gila-gilaan. Paket yang termurah, ayam + telor harganya jadi Rp. 26.000,- . What the ?! Baru 6 bulan yang lalu saya makan dan harganya masih 20 ribuan. Mending makan di WS. -__-. Double steak + nasi + minuman mewah. <_<.

Aduh, Pak Edy Soe datang malam-malam ke prodi dan membawa cemilan lagi :D