Category Archives: Ecology

Nepenthes Telah Datang

Setelah memesan ke Suska Nursery melalui online, akhirnya nephentes yang ditunggu datang juga. Saya memesan satu buah Nepenthes Gracilis dan Nepenthes Mirabilis versi 5000an. Kalau beli yang 50000an, takutnya kalo mati entar nyesel dan trauma. ๐Ÿ˜€ Spesies yang dipilih pun sengaja Gracilis dan Mirabilis karena kedua spesies itu lumayan tahan banting terhadap kondisi lingkungannya. Maklum ini Nephentes pertama yang mau ditanam. Keduanya serupa, susah dibedakan kecuali di bagian daunnya.

Nephentes Gracilis dan Mirabilis

Nephentes Gracilis dan Mirabilis

Menurut buku Info Kit Trubus (yang saya beli setelah jalan 3km -_-), biasanya Nepenthes itu perlu adaptasi ke lingkungan baru setelah dibungkus dalam kardus selama satu hari. Usahain kelembaban lingkungan di sekitar lingkungan Nepenthes cukup tinggi. Caranya jangan terlalu banyak terkena sinar matahari dolo, rendam pot bagian bawah di air, dan sering di siram. Jangan siram sama air yang mineralnya tinggi seperti air sumur yang kecoklatan. Minimal air minum atau keran. Kalau ada air hujan atau aquadest lebih baik lagi. Oplos sama asam sulfat kalo perlu supaya pH airnya 4,5-5-5, sesuai dengan kondisi asli Nepenthes hidup. Tandanya Nepenthes udah sehat lagi ketika dia sudah mulai menumbuhkan daun baru yang berkantung. Nah, kalau Nepenthes dah sehat, silahkan jemur aja berhubung Nepenthes Gracilis dan Nepenthens Mirabilis ini senang di daerah yang banyak sinar mataharinya.

Ha, ha, kalo ini udah sukses beli Nepenthes Ampullaria ama Venus Fly Trapย  ah ๐Ÿ˜›

Advertisements

8 Comments

Filed under Ecology, Nephentes

Harga Kacang Kedelai Naik?

Semua orang tahu kalo kacang kedelai tuh sekarang harganyan naik berkali-kali lipat. Tentunya itu sangat mencekik para pengusaha tahu-tempe. Karena naiknya yang gila-gilaan itu, para pengusaha tersebut sempat demo kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan. Yang saya inget tuh salah satunya pengeliminasian bea impor untuk hasil pertanian yang satu ini untuk meningkatkan pasika dalam negeri dan juga pereduksian PPN.

Ada satu faktor pasti yang merupakan penyebab dari kenaikan kacang kedelai ini. Yaitu kenaikan harga minyak bumi. Apa hubungannya dengan kenaikan kacang kedelai?

Ketika minyak bumi naik, negara-negara di dunia mulai berusaha mencari energi alternatif sebagai pengganti minyak bumi tersebut. Di antara energi alternatif tersebut adalah biodiesel. Bioethanol ini adalah minyak juga yang dihasilkan dari hasil-hasil pertanian seperti kacang-kacangan, jagung, tebu, dan juga rumput (yang terakhir ini disebut celluloidย  cellulosic ethanol) .

Sebenarnya penggunaan bahan pangan ini oleh para analis sudah diduga akan memicu kenaikan harga bahan pangan dan akan berpotensi menimbulkan masalah pada beberapa tahun ke depan. Dengan produksi bioethanol yang gencar akan banyak lahan yang dikorbankan sedangkan jumlah penduduk bumi yang semakin lama semakin banyak pun akan membutuhkan lahan tempat tinggal dan pasokan pangan yang makin banyak. Akibatnya terjadi tumbukan kepentingan.

Efeknya itu sudah mulai terasa dari kenaikan harga kacang itu. Di satu sisi, kacang dibutuhkan sebagai bahan pangan tapi di sisi lain dibutuhkan juga sebagai bahan baku bioethanol. Solusinya? Celluloidย  Cellulosic ethanol. Menurut National Geographic (saya lupa bulannya pokoknya tahun 2007) yang membahas bioethanol, celluloidย  cellulosic ethanol ini memiliki potensi yang lebih besar daripada yang lainnya. Hal itu dikarenakan rumput tidak mengenal iklim – bisa tumbuh di mana saja – dan secara teori energi yang dihasilkan lebih besar. Hanya kekurangannya teori itu belum terwujud sekarang. Kita tunggu saja beberapa tahun lagi ๐Ÿ˜€

11 Comments

Filed under Ecology

Hemat Listrik Yuuuk.

20000 rumah tangga x 2 lampu x 10 W = 400 MW = 1 unit pembangkit suralaya (total 7 unit).

Ngeri kan situ. Pembangkit listrik itu digerakkin pake bahan bakar minyak juga lho. Nah, di kala minyak yang mulai nyekek leher harganya dan menggerus APBN kita, mari kita galakkan untuk mulai menghemat listrik. ๐Ÿ™‚

Leave a comment

Filed under Ecology