Category Archives: Khutbah Jumat

Khutbah Jumat | 19 June 2009

It’s like a deja vu. Setahun yang lalu, saya dan mungkin teman-teman yang lain mendengarkan hal yang sama dengan ini.

Ia juga memberikan nasihat bahwa seorang pemimpin justru harus semakin mendekatkan dirinya kepada Allah agar ia selalu ingat ketika hendak berbuat dosa.

Mungkin ini sebagai pengingat juga bagi diri sendiri (yang sudah lulus S1 dan sedang pengangguran -_-) jika suatu saat memegang jabatan penting di suatu institusi. Ya, semakin besar tanggung jawab yang kita pegang, semakin kita harus mendekatkan diri kepada Pencipta kita. Karena apapun tindakan yang kita ambil akan mempengaruhi kehidupan banyak orang. Mungkin dalam momen Pemilu tahun ini, parameter ini bisa kita gunakan untuk memilih pemimpin kita nanti 5 tahun ke depan.

Advertisements

2 Comments

Filed under Islam, ITB, Khutbah Jumat

Jumatan itu Penting

Masjid Salman ITB | 23 Mei 2008

Sebuah kutipan pada saat khutbah kedua

Dahulu ketika tempat kita sholat ini masih berupa ladang jagung dan sholat Jumat di ITB di adakan di Aula Barat. Pada waktu itu ada satu jamaat yang selalu datang jam 11.00 kurang. Bahkan sebelum pengurus Shalat Jumat datang ke Aula. Pada waktu itu khatib yang merupakan pengurus masih berstatus mahasiswa. Jamaat itu tinggal di Jakarta dan setiap ia ke Bandung pasti selalu datang ke Aula paling awal. Namanya Abdul Haris Nasution. Waktu itu ia masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Suatu waktu, khatib menanyakan bagaimana caranya ia bisa selalu hadir paling awal. Apakah ia tidak ada acara penting lainnya. Ia menjawab, “Bagi saya, shalat Jumat itu acara penting.”

Ia juga memberikan nasihat bahwa seorang pemimpin justru harus semakin mendekatkan dirinya kepada Allah agar ia selalu ingat ketika hendak berbuat dosa.

7 Comments

Filed under Islam, Khutbah Jumat

Manusia Paling Bangkrut

Masjid Salman ITB | 2 Maret 2008

Ada dua tipe dosa :
1. Dosa kepada diri sendiri
2. Dosa kepada orang lain
.
Untuk menghapuskan dosa kepada diri sendiri, kita cukup melakukan taubat nasuha. Ada 5 syarat yang harus dipenuhi untuk melakukannya. Penulis menyerahkan 5 hal itu kepada pembaca untuk mencarinya sendiri karena itu bukan topik bahasan kali ini.
.
Dalam sebuah haditsnya, Rasul berkata bahwa manusia yang paling bangkrut adalah manusia yang mempunyai dosa kepada orang lain tapi tidak menyelesaikan di dunia. Bentuk dosanya bisa bermacam-macam, seperti berkata kasar, mengacuhkannya, bahkan tidak mengucapkan terima kasih ketika seseorang berbuat baik kepada kita jika orang itu tidak menyukainya. Dosa seperti inilah yang banyak dilakukan oleh manusia zaman sekarang, ketika tata krama sudah tidak diperhatikan lagi.
.
Dosa seperti ini tidak bisa dihapuskan dengan cara bertaubat. Kita harus menyelesaikannya dengan manusia yang kita sakiti itu. Apa yang terjadi jika kita tidak melakukannya?
.
Di hari pembalasan nanti, tidak ada akan satu pun amal kebaikan dan keburukan yang luputwalaupun sebesar zarahpun. Setiap dosa kita kepada manusia lain akan dipertanyakan. Lalu untuk menebus semua dosa kita kepada manusia lain itu, amal kebaikan kita akan diserahkan kepada orang yang kita sakiti. Jika amal kebaikan kita sudah habis dan masih ada orang yang kita zhalimi dan menuntut keadlian, maka dosa orang tersebut akan diberikan kepada kita. Itulah sesungguhnya orang yang bangkrut di hari pembalasan kelak. Orang yang beriman pasti akan menyelesaikan urusan mereka dengan orang lain di dunia ini.
.
Jadi sebangkrut apa pejabat yang korupsi nanti di hari pembalasan?

9 Comments

Filed under Islam, Khutbah Jumat

Hal Kecil Yang Akan Menjadi Besar Di Kemudian Hari

Hari ini saya beli baso tahu di depan Gerbang Depan ITB.  Saya membeli siomay 5 buah dengan harga. 3000 rupiah.

Penjual : ” Siomay 5, Dek?”

Saya : “Iya. Di bungkus, Pak.”

Si penjual lalu memasukkan siomay (di sini saya melihat dia memasukkan satu tahu dan empat siomay, berbeda dengan pesanan saya) tersebut ke dalam plastik dan memberinya bumbu. Kemudian saya mengingatkan si penjual,

Saya : “Kok, ada tahunya satu, ya, Pak.”

Penjual : “Ah, biarin, lah.”

Bagaimana mungkin si penjual bisa salah mengambilkan pesanan sedangkan dia sudah mengkonfirmasikan sebelumnya?  Saya mengambil kesimpulan seperti ini : Siomay tuh pesanan populer, mangkanya kalo ada yang mesen semuanya siomay ntar cepet abis. Saya lihat memang dia membuat siomaynya tidak terlalu banyak / tinggal sedikit lagi dan tahunya yang masih tersisa banyak.

Mungkin itu hal yang sepele padahal kalo dilihat dari kacamata agama, itu termasuk dosa, lho. Dalam sebuah jual beli kan ada perjanjian. Kalau dalam hal kejadian saya, perjanjiannya seperti ini : Saya membayar uang Rp 3000 untuk membeli siomay lima. Nah kalo ternyata ada salah satu antara penjual dan pembeli yang melanggar perjanjian tersebut berarti ada pihak yang rugi dan ada pihak yang untung kan — penipuan. Padahal salah satu prinsip dari jual-beli itu harus sama-sama untung. Tentu saja karena itu barang yang diperoleh penipu itu tidak halal lagi.

Jadi intinya, kalo dalam jual beli baik barang atau jasa, sejujur mungkin lah. 🙂

2 Comments

Filed under Islam, Khutbah Jumat, Ta'lim

Salman – 16 November 2007

Khatib : drs Suharno…

Khutbah pertama baca siroh Nabi pas haji wada’ sampa pertengahan kedua kedua -____-‘ dan ditutup dengan ini :

10 indikator sebagai ciri-ciri aliran sesat yang disampaikan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007) adalah:

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam dan rukun islam yang lima

2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.

3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.

4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.

5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.

7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.

9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.

10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

1 Comment

Filed under Khutbah Jumat

Salman – 7 Oktober 2007

Pembicara : Pak Hermawan K Dipoyono

Lesson learned :

Jalan para juara itu bukanlah jalan yang mudah.

Jalan pintas yang bisa digapai dengan waktu sebentar.

Jalan para juara adalah jaran yang penuh dengan kerja keras yang diujungnya adalah kemenannga yang sesungguhnya.

.

Ramadhan adalah jalan seluruh umat Islam untuk menjadi juara.

Orang yang bertakwa.

Leave a comment

Filed under Khutbah Jumat, Uneg-Uneg

Salman – 7 September 2007

Hari ini yang ceramah dosen favorit saya dan mungkin dosen Agama dan Etika Islam terfavorit selain Pak Miftah Farid yaitu Pak Asep Zaenal Ausop.

Ceramahnya agak berat, nyeritain tentang NII jika dibandingkan dengan organisasi Islam lainnya seperti Hizbut Tahri, NU, dan Muhammadiyah. Gak begitu ngerti kalo yang berbau-bau aliran dan ideologis kayak gini, mah :D.

Satu yang ketangkep tuh dari NII adalah cara perekrutannya. Caranya adalah dengan mengajak calon anggota berdialog interaktif. Nah, hebatnya NII ini bisa mengarahkan dialognya menjadi dialog terarah.

Leave a comment

Filed under Khutbah Jumat, Uncategorized