Jalan Pemenang

Tapi jam 8.00-12.00 untuk pertama kalinya saya jadi pembicara sebuah seminar. Tak tanggung-tanggung, seminarnya tentang parenting-class “Mendidik Anak Dalam Era Teknologi” dan diisi mayoritas oleh ibu-ibu -_-. Tapi saya di sana bersama Aisar diundang sebagai contoh anak yang berprestasi kok (bukan sebagai orang tua) :P. Kebetulan dulu pas ikutan Sekolah Pra Nikah, harus mencantumkan prestasi. Ternyata perunggu saya di Olimpiade Komputer saat OSN II dulu menarik perhatian mereka. Ada perasaan bangga tersendiri saat prestasi-prestasi yang saya tulis di CV disebutkan dan mendapat apresiasi yang sangat hangat dari para peserta. Tepuk tangannya keras sekali dan banyak ibu-ibu yang minta no HP setelah acara selesai ^ ^. Pak Hermawan pun sempat bilang bahkan ia bangga dengan kami berdua. Subhanallah, sampai bergetar hati ini mendengar pengakuan itu ^ ^. Tapi bukan itu yang mau diomongkan di sini. πŸ˜›

Kebetulan dalam seminar ini, Pak Herwaman K Dipojono, Dosen FT ITB yang pernah menjadi Ketua YPM Salman ITB. Setiap mendengar pembicaraan beliau itu selalu menumbuhkan semangat untuk menjadi the winner. Beliau menuturkan tentang motivasi bahwa kenapa seseorang harus menjadi the winner dan contoh kasus dua mantan mahasiswanya yang berhasil menjadi the winner dengan cara dan proses yang berbeda. Yang satu berasal dari keterbatasan yang sangat di saat kecil dan yang satu berasal dari kegagalan saat menjadi mahasiswa.

Mahasiswa pertama, cum laude

Lulus cum laude, dan direkomendasikan oleh pak Hermawan untuk melanjutkan pendidikan hingga doktor. Suatu saat, pak Hermawan pernah diundang olehnya untuk datang ke rumahnya. Dari Bandung memerlukan waktu 14 jam melewati banyak sekali bukit. Rumahnya ada di puncak gunung sana. Janganlah harap ada sekolah macam Aloysius di sana, kandang ayam dan sekolah pun sulit dibedakan karena sama-sama sudah tak terawat. Mahasiswa ini tiap hari bersekolah di tempat semacam itu sebelum sampai ke ITB. Ia menempuh jalan 5 kilometer tiap hari dengan jalan kaki. Bahkan ketika musim hujan, ia harus menaungi kepalanya dengan pelepah pisang.

Kerasnya alam itu menempanya untuk memiliki self-dicipline sehingga bisa membuatnya “kembali ke jalan benar” jika ia kehilangan fokus dalam menggapai mimpinya. Membuatnya terlatih untuk bermental baja dan pantang menyerah, bukan mental peuyeum seperti kebanyakan orang Indonesia. Itupun membuatnya menjadi orang yang santun karena tentunya ia tahu betapa susahnya ia berjuang ketika sendirian seperti itu. Ibunya selalu menceritakan kepadanya cerita para Nabi, orang-orang hebat. Karena itulah, mahasiswa ini selalu termotivasi bermimpi menjadi orang besar. Dua kombinasi yang pas : mental baja dan berani bermimpi πŸ˜€

Mahasiswa kedua, hampir DO

Mahasiswa ini invers dari mahasiswa pertama. Ia hampir DO dan diluluskan dari ITB karena kasihan saja. Karena IPnya yang rendah, ia hanya bisa bekerja sebagai mandor buruh di perusahaan kecil. Setelah tiga tahun, perusahaan itu bangkrut karena krisis moneter. Ternyata kejadian itu membuatnya taubatan nasuha. Ia dengan nekad melamar kursus bahasa Jepang di negara aslinya sana. Tanpa beasiswa karena IPnya yang rendah. Di suratnya, ia berbohong dengan mencantumkan bahwa ia orang kaya sehingga tidak memerlukan beasiswa.

Sesampainya di sana, ia baru mengatakan kalau ia tidak punya uang sekali dan meminta pekerjaan. Beruntung ia tidak dipulangkan. Selama dua tahun, dia bekerja sebagai cleaning service malam hari dan kursus di siang hari. Setelah selesai kursus, ia mencoba melamar kuliah dengan beasiswa di sebuah universitas di Jepang. Melihat mukanya yang telah ditempa dengan kerja keras, profesor di universitas itu langsung tertarik. Jadilah ia mahasiswa di universitas tersebut. Sehari-hari, ia menginap di masjid di universitas tersebut dan mandi di kamar mandi umum. Beberapa tahun kemudian, dia menjadi profesor di universitas itu. Profesor pertama dari Indonesia.

Ah, mendengar cerita pak Hermawan itu selalu membuat saya bersemangat. Jalan para pemenang itu pasti mendaki dan terjal. Tidak pernah mudah. Orang yang bisa melaluinya hanya orang yang punya mimpi besar dan self-disicpline. Tak heran kalau Andrea Hirata menuliskan dalam novel keempatnya bahwa pahlawan di negeri ini adalah orang yang berani bermimpi

Advertisements

6 Comments

Filed under Artikel, Salman ITB

MCM 4th Day

Hari yang menentukan. Ho, ho, saatnya menulis paper.Entah kenapa situs MCMnya down molo. Sepertinya gak kuat untuk menanggung load akses dari ratusan hingga ribuan peserta -_-.

Hari ini, makan siangnya kita mesan dari Baso Malang Karapitan. Saya milih menu chicken tepan noodle. Keknya gak bakalan milih tepan lagi deh. Gak cocok di lidah, enakan katsu. Lalu malam-malam yang direncakan tidak akan tidur, pak Edy Soe datang membawa Pop Mie dan C-1000 πŸ˜€

Hari ini total begadang ampe jam 8 pagi demi ngerjain paper yang jadinya cuman 9 lembar bahasa Inggris.Β  -_-. Bener-bener gak tidur : kerja cepat. Jangan males-malesan. Kalau kerja tuh jangan asal jadi, minta feedback, improvisasi, ama recheck. Kadang-kadang kesel gara-gara ini. <_<.

Kelompok terkocak itu tetangga sebelah di Ruang MAC. Satu orang tewas sakit, satu orang dikejar deadline seminar. Terus nyadar setelah submit paper kalau tanggal yang saya cantumin di abstrak itu 9 JANUARI 2009. :((

Ini hasil dari 4 hari meperbudak mekbuk. 80 derajat seharian berkat VMWare. -__-

7 Comments

Filed under ITB, MCM, Uncategorized

MCM 3rd day

Hari ketiga. Baru saja menginap di rumah Zulkarnaen, salah satu teman team. Akhirnya merasakan kasur juga setelah beberapa hari πŸ˜› Model yang dikerjakan masih mengalami stuck -_- Belum ada perkembangan, euy. Tapi tetep optimis hari ini selesai modelnya πŸ˜› Beberapa tim lain malah lebih parah. Ada yang main Crayon PhysX, tidur siang berkali2 dll. – __-

Lama-lama agak aneh, ya, makan daging 3 kali sehari setelah berbulan-bulan mengikrarkan diri untuk puasa makan daging -__-. Makan malam (terpaksa) mesen McDonald. Well ternyata naeknya gila-gilaan. Paket yang termurah, ayam + telor harganya jadi Rp. 26.000,- . What the ?! Baru 6 bulan yang lalu saya makan dan harganya masih 20 ribuan. Mending makan di WS. -__-. Double steak + nasi + minuman mewah. <_<.

Aduh, Pak Edy Soe datang malam-malam ke prodi dan membawa cemilan lagi πŸ˜€

Leave a comment

Filed under ITB, MCM

MCM 2nd day

Sarapan pagi ini terlambat. Sebagai gantinya ada Dunkin Donut yang dibawa oleh pak Edy Soe \(^0^)/ Kemudia sore-sorenya pak Kuntjoro, dosen pembimbing TA saya membawakan 2 kotak brownies Amanda. Maghribnya, pak Edy Soe membawa kacang rebusΒ  yang katanya dipanen dari kebun sendiri. Hua, hua, ternyata support dari para dosen itu hebat. Moga-moga malam ini modelnya bisa dibentuk.

Ternyata nyari data itu susah sekali. Bersyukurlah masih ada orang yang mau menulis apa yang ia ketahui walaupun cuman sedikit. Siapa tahu orang lain butuh, he he. Jadi ingat kata Madrid. Merekam ilmu dengan mencatatnya. 2 hari lagi sebelum pengumpulan laporan. Tinggal 2 soal lagi yang belum selesai. -_-

Leave a comment

Filed under ITB, MCM, Uncategorized

MCM 1st day

Alkisah dua hari yang lalu saya dipanggil pak Kuntjoro A Sidarto dan bu Nuning Nuraini. Ternyata saya ditembak untuk ikutan MCM (Mathematical Contest in Modelling), lomba pemodelan matematika tahunan tingkat internasional bersama dua teman saya, Aditya dan Zul. Untuk tahun ini, Matematika ITB mengirimkan 4 tim. Tujuan dari lomba ini adalah membuat model matematika untuk memecahkan masalah yang dijadikan sebagai soal. Ini soalnya. Tim saya memilih yang problem B. Ternyata lomba MCM ini berjalan 4 hari nonstop yang mengharuskan menginap di kampus. Untuk kang Nana mau meminjamkan kunci asisten ComLabs jadi bisa menginap di sana selama MCM. Selain itu untung bisa minjam laptop dari teman selama 4 hari.

Untungnya mengikuti lomba ini adalah semua orang bisa menang. Dengan mengirimkan hasil laporan berupa summary dan resume yang telah selesai, kita akan mendapatkan penghargaan sebagai peserta yang sukses. Oh, ya, paper ini wajib ditulis dalam bahasa Inggirs (tentunya). Tentunya bagi peserta yang papernya berkualitas akan mendapatkan penghargaan lebih. Seperti halnya olimpiade sains. Yang mendapat medali bisa terdiri dari beberapa orang :D. Prestasi ITB sendiri pernah mendapat satu perak dan cukup banyak perunggu dari lima kali keikutsertaannya. Prodi Matematika ITB ini cukup serius dalam mengikuti lomba ini. Akomodasi peserta selama menginap di kampus dan uang pendaftaran yang mahal ditanggun 100% oleh prodi. Thanks to pa Edy Soewono yang telah membawa jeruk, sekoteng, ama rempeyek. Terima kasih atas kebaikannya. πŸ™‚

Sekarang tim kita sedang menyusun model yang akan ditulis dan mencari data untuk membantu perhitungan dari jam 8 pagi tadi -_-. Biasanya pada hari pertama, setiap tim masih santai2 saja. πŸ˜› Tim sebelah saya malah masih sempat2nya buka rileks dan ketawa2 sampai keluar air mata. Semoga model yang saya buat ketika kuliah berguna di sini. Semangat \(^0^)/

4 Comments

Filed under ITB, MCM, Uncategorized

I am a Mathematician, I am a Petroleum Scientist

Ada satu alasan absolut saya gak berminat membeli atau bahkan belajar make kendaraan berbahan bakar fosil. Minyak. Entah kenapa, saya merasa gak nyaman kalau harus membakar “emas hitam” tersebut seorang diri. Serasa menjadi orang yang telah merusak Bumi ini. Halah, idealis banget, yah. :P.

Yah, ternyata idelisme yang harus dipegang itu harus dilepas sedikit semester ini. Baru saja saya ditawarkan untuk membantu riset dosen pembimbing saya, Dr. Kuntjoro A Sidarto,Β  di OPPINET (Optimization on Gas and Oil Transmission and Distribution Pipeline Network). Ini tuh divisi LPPM ITB yang tugasnya membuat software dan model untuk perusahaan-perusahaan minyak dan gas yang ada di Indonesia. Saya sendiri ditugaskan mengerjakan optimasi pipa gas. Di tim ini, satu-satunya yang belum lulus cuman saya -_-. Pertimbangannya sih karena masuk OPPINET ini cuman bisa lewat rekomendasi dan dibayar untuk belajar. Yang alasan terakhir itu favorit saya banget :P. Semoga tidak mengalihkan saya dari kesibukan utama -_-.

2 Comments

Filed under ITB

Akhirnya iPhone legal itu ada di Indonesia by Telkomsel :D

Sebenarnya itu udah gosip dari dulu yang dihangatkan oleh berita dari sini. Berita itu diperhangat pula dengan munculnya Apple Store Indonesia dan baru-baru ini halaman iPhone di Apple Store Indonesia. Beberapa forum Apple Indonesia pun langsung rame membicarakan tentang keberadaan iPhone di Indonesia ini. Bahkan baru tadi pagi ada yang menyisipkan link form pemesanan iPhone Indonesia di Telkomsel. Walaupun masih sebatas internal terhadap karyawan telkomselnya sendiri. Well, sekarang berita itu jadi kenyataan πŸ˜€ Ini berita resminya dari Telkomsel.

Lihat situs iPhone di Apple :D. Ada Indonesia di sana. iPhone legal di Indonesia. He he.

Lihat bagian bawah

Lihat bagian bawah πŸ˜€

Silahkan pesan iPhone legal Indonesia di link Telkomsel ini :P. Ini buat karyawan Telkomsel sih. Singkatan NIK mirip Nomor Induk Karyawan soalnya. Ada situs pre-register resmi iPhone dari Telkomsel lainnya juga di sini. Itu yang buat mesen iPhone untuk umum, tapi lagi down, euy. Menurut kabar dari MakeMac, tanggal terbitnya iPhone Indonesia oleh Telkomsel adalah tanggal 25 Februari. Let see the price. Moga gak mahal.Β  -___-. Menunggu iPhone legal dari Telkomsel \(^0^)/

7 Comments

Filed under Apple