Tag Archives: Andre Raymond

Khutbah Jumat | 19 June 2009

It’s like a deja vu. Setahun yang lalu, saya dan mungkin teman-teman yang lain mendengarkan hal yang sama dengan ini.

Ia juga memberikan nasihat bahwa seorang pemimpin justru harus semakin mendekatkan dirinya kepada Allah agar ia selalu ingat ketika hendak berbuat dosa.

Mungkin ini sebagai pengingat juga bagi diri sendiri (yang sudah lulus S1 dan sedang pengangguran -_-) jika suatu saat memegang jabatan penting di suatu institusi. Ya, semakin besar tanggung jawab yang kita pegang, semakin kita harus mendekatkan diri kepada Pencipta kita. Karena apapun tindakan yang kita ambil akan mempengaruhi kehidupan banyak orang. Mungkin dalam momen Pemilu tahun ini, parameter ini bisa kita gunakan untuk memilih pemimpin kita nanti 5 tahun ke depan.

2 Comments

Filed under Islam, ITB, Khutbah Jumat

Masuk situs ITB lagi :P

At least masuk walaupun cuman jadi figuran :P.

Tim ITB Raih Meritorius Winner Dalam Kontes Modeling Matematika Dunia

….Dua Tim ITB lainnya, yakni Citra Ramadiana, Gusti Intania, Dinar Rachmi, dibawah bimbingan Prof. Edy Soewono, dan Andrew Raymond, Zulkarnain, Aditya, dibawah bimbingan Dr. Kuntjoro AS, memperoleh penghargaan sebagai Successful Participants….(read more)

NB: Oi, Kris, nama saya salah ketik itu <_< Gak pake huruf ‘w’. Tahpapa, padahal dah kenal setahun lebih -_-.

5 Comments

Filed under ITB, MCM

Kenangan dari BITS

BITS - Buletin IT di ComLabs
Sebenarnya proses masuknya saya ke dalam BITS ini sebuah mujizat. Saya yang super sibuk (mungkin πŸ˜› , -red) secara default pasti menolak. Beruntung kerjaan di Unit Pelatihan ComLabs ITB sebagai Internal Monitoring lepas karena restrukturisasi UP. Walhasil saya jadi pengangguran di ComLabs. Kebetulan bu Pimrednya nawarin saya tuk bantu ngedesain cover BITS. Saya terima berhubung malu kalau cuman nyampah di ComLabs. Ngabisin tempat make mekbuk. Lagian kerjaannya lumayan menantang tuk mengasah skill. Cover designer itu diberi wewenang mendesain sebrutal mungkin, batasannya dikit. Yang penting sesuai tema. Kapan lagi saya bisa mendesain full power? :-D.

Beberapa hasil design cover saya

Beberapa hasil design cover saya

Dalam perjalanannya, saya menjadi kru serbaguna. Nama saya bertebaran di setiap BITs menjadi penulis artikel dan model. Continue reading

10 Comments

Filed under BITS, ITB

Perhitungan Harga Opsi Vanilla dengan Menggunakan Metode Binomial dan Trinomial

Ini sebenarnya cuman tugas kuliah Komputasi Keuangan. Tujuannya itu untuk bisa mensimulasikan harga saham dari waktu ke waktu dan menghitung harga opsi standar Amerika dan Eropa berdasarkan harga saham itu. Metode yang digunakan itu metode lattice binomia dari Cox, Ross, dan Rubenstein (1979) dan metode trinomial standar yang diusulkan Hull (2002). Untuk memudahkan pengguna, digunakan bahasa scripting VBA dari Excel :D. Buat yang mau Excelnya, kontak saja saya. PDF terlampir di bawah.

Pendahuluan

Rumus perhitungan opsi menggunakan Black-Scholes sangat popular digunakan. Akan tetapi, rumus tersebut memilliki batasan yaitu hanya bisa digunakan untuk menghitung opsi tipe Eropa dan call Amerika yang memiliki sifat seperti opsi call Eropa. Sedangkan, di bursa saham terdapat opsi-opsi lain yang tidak memiliki rumus eksak untuk menghitungnya.

Misalnya, opsi put Amerika yang memiliki fasilitas early exercise dan opsi Asian yang nilainya tergantung dari rata-rata harga saham sampai maturity time. Untuk itu, diperlukan metode numerik untuk menghitung harga opsi tersebut. Metode yang paling popular adalah metode lattice binomial dan trinomial. Kedua metode numerik tersebut memodelkan pergerakan harga saham hingga maturity time secara sederhana untuk menghitung harga opsi pada saat sekarang. Lebih lanjutnya, hasil perhitungan nilai opsi Eropa menggunakan metode binomial akan konvergen menuju nilai opsi Black-Scholes bila banyak langkah yang diambil cukup besar.

Screenshot Interface VBA

Screenshot Interface VBA

PDF -> Menentukan Harga Opsi Vanilla dengan Menggunakan Metode Binomial dan Trinomial

14 Comments

Filed under ITB, Paper

Anti Mati Gaya! Internet GPRS gratis dari Three

Internet gratis dari Three

Internet gratis dari Three

Amboi, nikmat kali hidup ini bersama Three. Setelah hemat pulsa besar-besaran berkat SMS gratisnya dan promo isi 3x lipat (maklum banyak proyek, he, he). Sekarang, Three dengan baik hati memberikan promo gratis internet GPRS 1MB per /hari yang dikemas dengan iklan yang (selalu) kocak di TV. Padahal kalau mengingat dulu-dulu tuh, untuk ngabisin pulsa yang banyak itu, saya gunakan internet GPRS Threenya yang Rp. 10/KB untuk buka blog dan Facebook. Ha, ha, sekarang bingung mau dipakai apa itu pulsa sebanyak itu. Internet GPRSnya aja dah murah.

Buat yang pengen pake promo internet GPRS gratis dari Three ini, gak perlu teken REG dll atau setting GPRSmu lagi. Cukup isi ulang Three kamu dengan nominal voucher yang tersedia dan voila, kamu sudah bisa memakai internet GPRS Gratis dari Three mu. Untuk pulsa dengan nominal 10 ribu dan 20 ribu, kuota internet gratis yang disediakan adalah 500KB perhari. Nominal 30 ribu ke atas memiliki kuota internet gratis 1MB hari. Sampai muntah, dah itu chatting ama temen. πŸ˜› Rekor saya aja paling 700KB perhari kalau make Internet GPRS Mentari. Memang sih speednya cuman GPRS, tapi 3G mana pun tidak sampai ke komplek rumah saya πŸ˜€ Selain itu, dengan menggunakan Opera Mini 4.1 yang opsi menampilkan gambarnya dimatikan, speed GPRS dari internet gratis Three ini sudah cukup untuk membuka Facebook πŸ˜†

Untuk mengetahui sisa kuota internet GPRS gratis yang ada, kirim REG<spasi>cekdata ke 123 (Gratis). Kalau pemakaian lebih dari kuota internet GPRS gratis, biaya yang dikenakan pun didiskon jadi Rp 3/KB πŸ˜› Masih mahal sih memang daripada provider lain -_-

Sayangnya katanya promo ini cuman berlaku sampai 1 Juli 2009 😦

Berita terkait : Halaman Promo Three

16 Comments

Filed under IT Stuff

Nepenthes Telah Datang

Setelah memesan ke Suska Nursery melalui online, akhirnya nephentes yang ditunggu datang juga. Saya memesan satu buah Nepenthes Gracilis dan Nepenthes Mirabilis versi 5000an. Kalau beli yang 50000an, takutnya kalo mati entar nyesel dan trauma. πŸ˜€ Spesies yang dipilih pun sengaja Gracilis dan Mirabilis karena kedua spesies itu lumayan tahan banting terhadap kondisi lingkungannya. Maklum ini Nephentes pertama yang mau ditanam. Keduanya serupa, susah dibedakan kecuali di bagian daunnya.

Nephentes Gracilis dan Mirabilis

Nephentes Gracilis dan Mirabilis

Menurut buku Info Kit Trubus (yang saya beli setelah jalan 3km -_-), biasanya Nepenthes itu perlu adaptasi ke lingkungan baru setelah dibungkus dalam kardus selama satu hari. Usahain kelembaban lingkungan di sekitar lingkungan Nepenthes cukup tinggi. Caranya jangan terlalu banyak terkena sinar matahari dolo, rendam pot bagian bawah di air, dan sering di siram. Jangan siram sama air yang mineralnya tinggi seperti air sumur yang kecoklatan. Minimal air minum atau keran. Kalau ada air hujan atau aquadest lebih baik lagi. Oplos sama asam sulfat kalo perlu supaya pH airnya 4,5-5-5, sesuai dengan kondisi asli Nepenthes hidup. Tandanya Nepenthes udah sehat lagi ketika dia sudah mulai menumbuhkan daun baru yang berkantung. Nah, kalau Nepenthes dah sehat, silahkan jemur aja berhubung Nepenthes Gracilis dan Nepenthens Mirabilis ini senang di daerah yang banyak sinar mataharinya.

Ha, ha, kalo ini udah sukses beli Nepenthes Ampullaria ama Venus Fly TrapΒ  ah πŸ˜›

8 Comments

Filed under Ecology, Nephentes

Jalan Pemenang

Tapi jam 8.00-12.00 untuk pertama kalinya saya jadi pembicara sebuah seminar. Tak tanggung-tanggung, seminarnya tentang parenting-class “Mendidik Anak Dalam Era Teknologi” dan diisi mayoritas oleh ibu-ibu -_-. Tapi saya di sana bersama Aisar diundang sebagai contoh anak yang berprestasi kok (bukan sebagai orang tua) :P. Kebetulan dulu pas ikutan Sekolah Pra Nikah, harus mencantumkan prestasi. Ternyata perunggu saya di Olimpiade Komputer saat OSN II dulu menarik perhatian mereka. Ada perasaan bangga tersendiri saat prestasi-prestasi yang saya tulis di CV disebutkan dan mendapat apresiasi yang sangat hangat dari para peserta. Tepuk tangannya keras sekali dan banyak ibu-ibu yang minta no HP setelah acara selesai ^ ^. Pak Hermawan pun sempat bilang bahkan ia bangga dengan kami berdua. Subhanallah, sampai bergetar hati ini mendengar pengakuan itu ^ ^. Tapi bukan itu yang mau diomongkan di sini. πŸ˜›

Kebetulan dalam seminar ini, Pak Herwaman K Dipojono, Dosen FT ITB yang pernah menjadi Ketua YPM Salman ITB. Setiap mendengar pembicaraan beliau itu selalu menumbuhkan semangat untuk menjadi the winner. Beliau menuturkan tentang motivasi bahwa kenapa seseorang harus menjadi the winner dan contoh kasus dua mantan mahasiswanya yang berhasil menjadi the winner dengan cara dan proses yang berbeda. Yang satu berasal dari keterbatasan yang sangat di saat kecil dan yang satu berasal dari kegagalan saat menjadi mahasiswa.

Mahasiswa pertama, cum laude

Lulus cum laude, dan direkomendasikan oleh pak Hermawan untuk melanjutkan pendidikan hingga doktor. Suatu saat, pak Hermawan pernah diundang olehnya untuk datang ke rumahnya. Dari Bandung memerlukan waktu 14 jam melewati banyak sekali bukit. Rumahnya ada di puncak gunung sana. Janganlah harap ada sekolah macam Aloysius di sana, kandang ayam dan sekolah pun sulit dibedakan karena sama-sama sudah tak terawat. Mahasiswa ini tiap hari bersekolah di tempat semacam itu sebelum sampai ke ITB. Ia menempuh jalan 5 kilometer tiap hari dengan jalan kaki. Bahkan ketika musim hujan, ia harus menaungi kepalanya dengan pelepah pisang.

Kerasnya alam itu menempanya untuk memiliki self-dicipline sehingga bisa membuatnya “kembali ke jalan benar” jika ia kehilangan fokus dalam menggapai mimpinya. Membuatnya terlatih untuk bermental baja dan pantang menyerah, bukan mental peuyeum seperti kebanyakan orang Indonesia. Itupun membuatnya menjadi orang yang santun karena tentunya ia tahu betapa susahnya ia berjuang ketika sendirian seperti itu. Ibunya selalu menceritakan kepadanya cerita para Nabi, orang-orang hebat. Karena itulah, mahasiswa ini selalu termotivasi bermimpi menjadi orang besar. Dua kombinasi yang pas : mental baja dan berani bermimpi πŸ˜€

Mahasiswa kedua, hampir DO

Mahasiswa ini invers dari mahasiswa pertama. Ia hampir DO dan diluluskan dari ITB karena kasihan saja. Karena IPnya yang rendah, ia hanya bisa bekerja sebagai mandor buruh di perusahaan kecil. Setelah tiga tahun, perusahaan itu bangkrut karena krisis moneter. Ternyata kejadian itu membuatnya taubatan nasuha. Ia dengan nekad melamar kursus bahasa Jepang di negara aslinya sana. Tanpa beasiswa karena IPnya yang rendah. Di suratnya, ia berbohong dengan mencantumkan bahwa ia orang kaya sehingga tidak memerlukan beasiswa.

Sesampainya di sana, ia baru mengatakan kalau ia tidak punya uang sekali dan meminta pekerjaan. Beruntung ia tidak dipulangkan. Selama dua tahun, dia bekerja sebagai cleaning service malam hari dan kursus di siang hari. Setelah selesai kursus, ia mencoba melamar kuliah dengan beasiswa di sebuah universitas di Jepang. Melihat mukanya yang telah ditempa dengan kerja keras, profesor di universitas itu langsung tertarik. Jadilah ia mahasiswa di universitas tersebut. Sehari-hari, ia menginap di masjid di universitas tersebut dan mandi di kamar mandi umum. Beberapa tahun kemudian, dia menjadi profesor di universitas itu. Profesor pertama dari Indonesia.

Ah, mendengar cerita pak Hermawan itu selalu membuat saya bersemangat. Jalan para pemenang itu pasti mendaki dan terjal. Tidak pernah mudah. Orang yang bisa melaluinya hanya orang yang punya mimpi besar dan self-disicpline. Tak heran kalau Andrea Hirata menuliskan dalam novel keempatnya bahwa pahlawan di negeri ini adalah orang yang berani bermimpi

6 Comments

Filed under Artikel, Salman ITB